Translate

Minggu, 18 Maret 2018

Ibu, Maafkan Aku

Siang itu aku berencana hendak mengunjungi nenek di desa (sekitar 15 kilometer dari rumahku sekarang). Tentu saja dengan mengajak ibuku. Kami berangkat menggunakan motor kesayanganku, Supra Fit. Hehe (hanya itu yang mampu kubeli).
Dalam perjalanan menuju kesana aku berbincang banyak hal dengan ibu. Tak ketinggalan membahas seputar jodoh.
Kubaru menyadari bahwa usiaku taklagi anak-anak atau bahkan remaja, usiaku sudah bisa disebut orang dewasa, 21 tahun. Oktober 2018 ini aku akan menginjak usia 22 tahun.

"Bu, bagaimana dulu ibu bertemu ayah?", tanyaku.
"Kau kan tau dulu ibu dijodohkan oleh almarhum kakekmu dan almarhumah budhemu dengan ayahmu ini", jawab ibu.
"Kalau dulu ibu tak dijodohkan dengan ayahmu ini, mungkin kau akan mempunyai ayah seorang Perwira", sambungnya.
"Dan kalau dulu pun kau tak ikut campur soal rencana perceraian ibu dan ayahmu, mungkin hidupmu sekarang jauh lebih baik dari ini", tambahnya.
Aku terdiam. "Tapi bu, jodoh sudah diatur. Ini tandanya takdir ibu memang sama ayah", jawabku dengan sedikit tertawa.

Ayah dan ibuku adalah sosok orangtua yang sangat luar biasa. Karena merekalah aku menjadi sosok yang seperti sekarang ini. Cobalah tanyakan pada teman-temanku seperti apakah aku ini, kau akan memahaminya nanti. Hehe

"Fah, nanti kalau cari jodoh yang nomor satu adalah soal agamanya ya nak", ujar ibu.
Aku tetap terdiam, karena aku sedang fokus mengendarai motorku. Haha
"Iya bu", jawabku singkat. Padahal ada sesuatu yang sedang berkecamuk dalam dadaku.
"Yang baik agamanya, yang bisa tanggungjawab penuh, dalam artian dia punya pekerjaan yang bisa memberimu makanan apapun", lanjutnya.
Aku tertawa kegelian. Lihatlah betapa lucunya semua ibu di dunia ini. Ibu ibu di dunia sangat mengkhawatirkan kehidupan anaknya, yaitu perihal finansial dan makanan. Ah ibu..
"Kau pasti akan mendapatkan jodoh yang terbaik, usiamu sudah dewasa, ibu sudah menua, lekas selesaikan perkuliahanmu, wisudalah tepat waktu, menikahlah, pilihlah sesuka hatimu, ibu dan ayah tidak akan ikut campur soal itu", lanjutnya.
Ah ibu, mana ada lelaki sesempurna bayangan ibu itu. Jangankan mencari, aku sudah beberapa kali ditinggalkan bu.
Mulai dari laki-laki standart STM, mahasiswa sastra inggris, mahasiswa pascasarjana kampus di malaysia, hingga bule eropa pun meninggalkanku bu. Tidak ada yang bersungguh-sungguh menginginkanku bu.
Ingin kusampaikan begitu padanya, tapi ahsudahlah.. ibu pasti akan bersedih. Haha
"Yang terpenting nak, jadilah apa yang kamu mau. Kau mau lanjut ke pascasarjana, silahkan. Kau mau bekerja di media, silahkan. Kau mau menikah pun silahkan. Ibu tahu kau pandai dalam menentukan pilihan", tambahnya.
"Iya bu. Inn syaa Allah aku akan bekerja, karena ada empat adik di rumah yang perlu banyak biaya untuk pendidikan mereka", jawabku.
"Itu urusan ibu dan ayah, yang terpenting adalah masa depanmu, jangan kau pikirkan tentang adik-adikmu nak", sanggah ibu.
Ah ibu, bagaimana bisa kutak memikirkan keempat bocah itu, sebab mereka aku masih bertahan berdiri tangguh seperti sekarang ini bu. Tanpa mereka, mungkin ibu sudah menemukan mayatku beberapa tahun silam. Iya bu, anakmu ini sudah jauh-jauh hari menyerah. Anakmu ini adalah mayat hidup. Haha zombie.
"Jaga diri, di luar sana banyak tantangan dan ujian. Kau harus bisa menomorsatukan keselamatan dirimu, daaaan jangan pernah tinggalkan sholat. Tanpa Dia, kau bukan apa-apa. Paham?", pinta ibu dengan nada sedikit meninggi.
"Iya bu, inn syaa Allah", jawabku tegas.

Siang itu sungguh terasa amat berat bagiku, dan juga cukup membangkitkan. Terimakasih Yaa Allah, Engkau menghadirkan malaikat terbaik sepertinya. Aku akan berjuang! Hehe

Selasa, 13 Maret 2018

Resep Membuat Serai Menjadi Minuman Sehat

Serai atau sereh sudah bukan hal baru bagi masyarakat Indonesia. Sering dikonsumsi baik sebagai bumbu maupun bahan minuman wedang, sebagai penghangat tubuh. Serai dipakai untuk detoksifikasi dengan menambah jumlah buang air kecil. Sehingga faktor tersebut membuat semua organ pencernaan, seperti hati, pankreas, ginjal, dan kandung kemih, menjadi bersih dan sehat kembali. Serai mudah didapat di pekarangan rumah atau di pasar. Tidak sedikit khasiat serai bagi kesehatan, sebab mengandung zat antimikroba & antibakteri yang berfungsi untuk mengatasi infeksi lambung, usus, saluran kandung kemih, dan luka. Selain itu serai juga digunakan sebagai pereda kejang, antireumatik, dan bersifat diuretik. Kegunaan lain dari zat tersebut yaitu membantu mengurangi gangguan pernapasan, demam, nyeri, infeksi, rematik, insomnia dan edema.
Kandungan antioksidan ramuan serai juga dapat menjaga kestabilan tingkat kolesterol, system saraf, menyehatkan kulit dan imun (sistem kekebalan tubuh). Serai juga manjur menanggulangi diabetes tipe 2, kanker dan mencegah kegemukan (obesitas). Serai juga dipakai dalam aromaterapi, dampak psikologinya bisa mengurangi kecemasan, kelelahan dan menjadikan aroma tubuh lebih segar. Dilihat dari kandungannya, serai ternyata sumber nutrisi aromatik penting yang berkhasiat untuk kesehatan. Serai sumber vitamin mutlak seperti vitamin A, B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin) B5 (asam pantotenat), B6, folat, dan vitamin C. Serai juga sumber mineral utama, seperti potassium, kalsium, magnesium, fosfor, mangan, tembaga, seng, dan logam yang diperlukan tubuh agar tetap sehat.
Melalui sebuah riset diketahui serai berkhasiat untuk berbagai jenis kanker tanpa mempengaruhi sel tubuh yang normal. Setiap 100 gram serai mengandung zat antioksidan yang berkhasiat untuk mencegah kanker. Riset tim University Gurion di Israel menemukan dalam serai ada senyawa yang dapat mematikan sel kanker tanpa merusak sel sehat. Riset membuktikan antikanker serai dapat membantu pencegahan kanker kulit, termasuk menjaga kesehatannya.
Riset lain membuktikan serai dapat membantu menghambat perkembangan sel kanker hati fase awal dan mencegah pembentukan selanjutnya. Efek lain, serai dapat menghambat pertumbuhan sel kanker payudara. Pemakaian daun serai juga dapat menjaga kecantikan, memperindah kulit. Efek pemakaian kosmetik yang mempunyai kandungan daun serai juga dapat menghilangkan jerawat dan bermanfaat sebagai penyegar. Serai berkhasiat juga sebagai tonik kulit dan pembersih yang efisien untuk kulit berminyak/berjerawat sebab bersifat astringen dan antiseptik.
Karenanya serai dapat memperkuat jaringan kulit, mengencangkan pori­pori dan mensterilkan. Serai sangat baik juga untuk detoksifikasi tubuh, dapat membersihan toksin berbahaya yang keluar dari badan sebab bersifat diuretik. Detoksifikasi dapat memperlancar fungsi beberapa organ tubuh, tergolong juga hati dan ginjal, dan membantu menurunkan kadar asam urat. Efek diuretik serai dapat menambah jumlah frekuensi buang air kecil sehingga menjaga kesehatan pencernaan. Serai untuk detoksifikasi lewat penambahan jumlah buang air kecil. Faktor seperti itu tentu benar-­benar berguna untuk semua organ pencernaan seperti hati, pankreas, ginjal, dan kandung kemih bersih dan sehat lantaran bermacam toksin tersingkir. Berikut Resep Membuat Serai Menjadi Minuman Sehat untuk anda praktekkan di rumah.

Resep Membuat Serai Menjadi Minuman Sehat :

Bahan Resep Membuat Serai Menjadi Minuman Sehat :



1. Batuk
Bahan :
  • 1batang daun serai
  • 1 jempol jahe bakar
  • 1/2 jari kayu manis
  • 7 biji cengkih
  • 7 biji kapulaga
  • 4 gelas air
  • Gula merah secukupnya
  • Garam secukupnya
Cara membuat :
  1. Pertama bakar jahe sampai kira kira semua bagian terbakar.
  2. Lalu rebus air sambil di campur semua bahan. Tunggu hingga mendidih.
  3. Saring air rebusan. Dan minum seperti minum teh.
  4. Ramuan ini baik diminum pada pagi dan sore sampai batuk hilang.




2. Rematik
  • 7 batang serai
  • Segenggam daun jeruk nipis
  • 6 gelas air
  • Air dingin secukupnya
Cara membuatnya :
  1. Rebus batang serai dan daun jeruk nipis dalam enam gelas air hingga mendidih.
  2. Lalu campur dengan air dingin untuk berendam tak lebih dari 1/2 jam.
  3. Lakukan teratur hingga sembuh.



3. Detoksifikasi
Bahan :
  • 70 gram serai
  • 100 cc air
Cara membuatnya :
  1. Rebus serai ke dalam air sampai mendidih.
  2. Saring air seduhan kedalam cangkir.
  3. lalu minum air rebusan itu pada pagi hari sebelum mengkonsumsi makanan dan minuman lain. Tunggu 1 jam sebelum menyantap makanan lain.



4. Memperlancar Haid
Bahan :
  • 2 batang serai
  • 2 gelas air
Gula merah secukupnya
Cara membuat :
  1. Memarkan batang serai
  2. Lalu rebus dengan air hingga mendidih dan harum.
  3. Saring air rebusan kedalam cangkir dan masukkan gula merah.
  4. Minum hangat­hangat tiga perempat gelas, 2 x 1 hari.




5. Asam Urat
Bahan :
  • 10 lembar daun salam
  • 700 cc air
  • 2 batang serai
Cara membuat :
  1. Rebus daun salam dengan air dan batang serai hingga tersisa 200 cc.
  2. Kemudian minum airnya pada saat hangat dengan teratur 1 hari 1 gelas atau 2 gelas.



6. Menghindari Kanker
Bahan :
  • 100 gram serai
  • 2 gelas air
Cara membuat :
  1. Rebus serai dengan gelas air hingga mendidih.
  2. Tuang kedalam cangkir.
  3. Minum saat pagi dan sore hari 1/2 gelas setiap saat minum.


Nah, demikianlah mengenai Resep Membuat Serai Menjadi Minuman Sehat yang saya rangkum secara detail untuk anda. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan anda dalam segi kesehatan. Jangan lupa untuk selalu berkunjung di blog saya, dan ajak teman anda untuk membacanya agar anda dapat berbagi pengalaman dengan mereka.




Sumber : website

Sabtu, 10 Maret 2018

Kenangan dan Tangis

Kita adalah sepasang burung yang terbang tanpa sayap, akibat cinta yang terlalu banyak memberi harap. Pada akhirnya semua hinggap, burung hinggap di kenanga dan berkicau. Aku hinggap di kenangan dan menangis.

Hina sehina-hinanya, dua kali aku dicampakkan olehnya. Tidak cukup dengan air mata kumencaci maki diri ini.
Hina sehina-hinanya, kembali aku merintih ingin memaafkan diri sendiri. Kembali aku mencaci maki. Lagi.. lagi.. dan lagi. Sampai kapan akan seperti ini. Sungguh, menjijikkan sekali.

Sabtu, 03 Maret 2018

Slank - Terlalu Pahit (lyrics)

Ku petik gitar tuk melupakan
Cerita lama tak juga silam

Ku tau cinta tak harus menguasai
Ku tau cinta tak harus memiliki

Tapi terlalu pahit untuk dikenang
Kisah itu slalu tetap terbayang..
Terlalu pahit untuk dikenang
Trauma yang dulu tak mau menghilang

Kau kini bukan....milikku lagi...
Tapi rasa ini.....tak juga pergi

Ku tau cinta tak harus menguasai
Ku tau cinta tak harus memiliki

Tapi terlalu pahit untuk dikenang
Kisah itu slalu tetap terbayang..
Terlalu pahit untuk dikenang
Trauma yang dulu tak mau menghilang

Walaupun perih ku coba mengerti
Melihat kamu bersama dia...oohhh

Ku tau cinta tak harus menguasai
Ku tau cinta tak harus memiliki

Tapi terlalu pahit untuk dikenang
Kisah itu slalu tetap terbayang..
Terlalu pahit untuk dikenang
Trauma yang dulu tak mau menghilang

Terlalu pahit (terlalu pahit)
untuk dikenang (untuk dikenang)
Kisah itu slalu tetap terbayang..
Terlalu pahit (terlalu pahit)
untuk dikenang (untuk dikenang)
Trauma yang dulu tak mau menghilang

Slank - Terlalu Pahit (Cover) + LIRIK

Lagu Slank yang terbaru, "Terlalu Pahit".
covered by saya sendiri (Cholifah).
mohon maaf banyak nada yang miss dan sebagainya.
Selamat menyaksikan.. pasang earphone ya !
jangan lupa subscribe. Thankyou.

Slank - Terlalu Pahit

Lirik :
Terlalu Pahit (Lyrics)

Sabtu, 30 Desember 2017

Sejarah Tahun Baru Jatuh Pada 1 Januari

Mari kita buka The World Book Encyclopedia tahun 1984, volume 14, halaman 237.

“The Roman ruler Julius Caesar established January 1 as New Year’s Day in 46 BC. The Romans dedicated this day to Janus , the god of gates, doors, and beginnings. The month of January was named after Janus, who had two faces – one looking forward and the other looking backward.”

Terjemahan bebasnya kurang lebih begini :

“Penguasa Romawi Julius Caesar menetapkan 1 Januari sebagai hari permulaan tahun baru semenjak abad ke 46 SM. Orang Romawi mempersembahkan hari ini (1 Januari) kepada Janus, dewa segala gerbang, pintu-pintu, dan permulaan (waktu). Bulan Januari diambil dari nama Janus sendiri, yaitu dewa yang memiliki dua wajah – sebuah wajahnya menghadap ke (masa) depan dan sebuahnya lagi menghadap ke (masa) lalu.”

Tahun baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM.

Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskkitariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari.

Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli.

Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus. Perayaan Tahun Baru Saat ini, tahun baru 1 Januari telah dijadikan sebagai salah satu hari suci umat Kristen. Namun kenyataannya, tahun baru sudah lama menjadi tradisi sekuler yang menjadikannya sebagai hari libur umum nasional untuk semua warga Dunia.

Pada mulanya perayaan ini dirayakan baik oleh orang Yahudi yang dihitung sejak bulan baru pada akhir September. Selanjutnya menurut kalender Julianus, tahun Romawi dimulai pada tanggal 1 Januari.

Paus Gregorius XIII mengubahnya menjadi 1 Januari pada tahun 1582 dan hingga kini seluruh dunia merayakannya pada tanggal tersebut.

Tahun Masehi sebenarnya berhubungan dengan keyakinan agama Kristen. Masehi adalah nama lain dari Isa Al Masih.

Menurut catatan Encarta Reference Library Premium 2005, orang yang pertama membuat penanggalan kalender Masehi adalah seorang kaisar Romawi yang terkenal bernama Gaisus Julius Caesar. Itu dibuat pada 45 SM, jika menggunakan standar tahun yang dihitung mundur dari kelahiran Yesus. Namun dalam perkembangannya, ada seorang pendeta Kristen bernama Dionisius yang kemudian memanfaatkan penemuan kalender Julius Caesar untuk diadopsi sebagai penanggalan yang didasarkan pada tahun kelahiran Yesus Kristus.

Itulah sebabnya penanggalan tahun setelah kelahiran Yesus Kristus diberi tanda AD (bahasa Latin: Anno Domini yang berarti in the year of our lord) alias Masehi.

Sementara untuk jaman prasejarahnya disematkan BC (Before Christ) alias SM (Sebelum Masehi). Kemudian Pope (Paus) Gregory III memoles kalender yang sebelumnya dengan beberapa modifikasi dan kemudian mengukuhkannya sebagai sistem penanggalan yang harus digunakan oleh seluruh Eropa, bahkan kini seluruh negara di dunia dan berlaku umum bagi siapa saja. Kalender Gregorian yang kita kenal sebagai kalender Masehi dibuat berdasarkan kelahiran Yesus Kristus dalam keyakina Kristen:”The Gregorian calendar is also called the Christian calendar because it uses the birth of Jesus Christ as a starting date”.

Demikian keterangan dalam Encarta Reference Library Premiun 2005. Di jaman Romawi, pesta ulang tahun baru adalah untuk menghormati Dewa janus (Dewa yang digambarkan bermuka dua). Kemudian perayaan ini terus dilestarikan dan menyebar ke Eropa pada abad permulaan Masehi.

Seiring muncul dan berkembangnya agama Kristen, akhirnya perayaan ini diwajibkan oleh para pemimpin gereja sebagai suatu perayaan “suci” satu paket dengan hari Natal. Itulah mengapa ucapan Natal dan Tahun baru dijadikan satu (Merry Christmas and Happy New Year).


Perayaan Tahun di beberapa Negara terkait dengan Ritual Keagamaan

Bulan Januari (bulannya Janus) juga ditetapkan setelah Desember dikarenakan Desember adalah pusat Winter Soltice, yaitu hari-hari dimana kaum pagan penyembah Matahari merayakan ritual mereka saat musim dingin. Pertengahan Winter Soltice jatuh pada tanggal 25 Desember, dan inilah salah satu dari sekian banyak pengaruh Pagan pada budaya kristen selain penggunaan lambang Salib Tanggal 1 Januari sendiri adalah seminggu setelah pertengahan Winter Soltice, yang juga termasuk dalam bagian ritual dan perayaan Winter Soltice dalam Paganisme.

Tradisi perayaan tahun baru di beberapa negara terkait dengan ritual keagamaan atau kepercayaan mereka—yang tentu saja sangat bertentangan dengan Islam. Contohnya di Brazil. Pada tengah malam setiap tanggal 1 Januari, orang-orang Brazil berbondong-bondong menuju pantai dengan pakaian putih bersih. Mereka menaburkan bunga di laut, mengubur mangga, pepaya dan semangka di pasir pantai sebagai tanda penghormatan terhadap sang dewa Lemanja—Dewa laut yang terkenal dalam legenda negara Brazil.

Seperti halnya di Brazil, orang Romawi kuno pun saling memberikan hadiah potongan dahan pohon suci untuk merayakan pergantian tahun. Belakangan, mereka saling memberikan kacang atau koin lapis emas dengan gambar Janus, dewa pintu dan semua permulaan. Menurut sejarah, bulan Januari diambil dari nama dewa bermuka dua ini (satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang).

Sosok dewa Janus dalam mitologi Romawi
Dewa Janus sendiri adalah sesembahan kaum Pagan Romawi, dan pada peradaban sebelumnya di Yunani telah disembah sosok yang sama bernama dewa Chronos. Kaum Pagan, atau dalam bahasa kita disebut kaum kafir penyembah berhala, hingga kini biasa memasukkan budaya mereka ke dalam budaya kaum lainnya, sehingga terkadang tanpa sadar kita mengikuti mereka. Sejarah pelestarian budaya Pagan (penyembahan berhala) sudah ada semenjak zaman Hermaic (3600 SM) di Yunani

Kaum Pagan sendiri biasa merayakan tahun baru mereka (atau Hari Janus) dengan mengitari api unggun, menyalakan kembang api, dan bernyanyi bersama. Kaum Pagan di beberapa tempat di Eropa juga menandainya dengan memukul lonceng atau meniup terompet.

Sedangkan menurut kepercayaan orang Jerman, jika mereka makan sisa hidangan pesta perayaan New Year’s Eve di tanggal 1 Januari, mereka percaya tidak akan kekurangan pangan selama setahun penuh.
Bagi orang kristen yang mayoritas menghuni belahan benua Eropa , tahun baru masehi dikaitkan dengan kelahiran Yesus Kristus atau Isa al-Masih, sehingga agama Kristen sering disebut agama Masehi. Masa sebelum Yesus lahir pun disebut tahun Sebelum Masehi (SM) dan sesudah Yesus lahir disebut tahun Masehi.

Bagi orang Persia yang beragama Majūsî (penyembah api), menjadikan tanggal 1 Januari sebagai hari raya mereka yang dikenal dengan hari Nairuz atau Nurus.
Penyebab mereka menjadikan hari tersebut sebagai hari raya adalah, ketika Raja mereka, ‘Tumarat’ wafat, ia digantikan oleh seorang yang bernama ‘Jamsyad’, yang ketika dia naik tahta ia merubah namanya menjadi ‘Nairuz’ pada awal tahun. ‘Nairuz’ sendiri berarti tahun baru. Kaum Majūsî juga meyakini, bahwa pada tahun baru itulah, Tuhan menciptakan cahaya sehingga memiliki kedudukan tinggi.

Kisah perayaan mereka ini direkam dan diceritakan oleh al-Imâm an-Nawawî dalam bukuNihâyatul ‘Arob dan al-Muqrizî dalam al-Khuthoth wats Tsâr. Di dalam perayaan itu, kaum Majūsî menyalakan api dan mengagungkannya –karena mereka adalah penyembah api. Kemudian orang-orang berkumpul di jalan-jalan, halaman dan pantai, mereka bercampur baur antara lelaki dan wanita, saling mengguyur sesama mereka dengan air dan khomr (minuman keras). Mereka berteriak-teriak dan menari-nari sepanjang malam. Orang-orang yang tidak turut serta merayakan hari Nairuz ini, mereka siram dengan air bercampur kotoran. Semuanya dirayakan dengan kefasikan dan kerusakan.

Bagaimana sikap kita?
Setelah kita mengetahui bahwa tradisi Perayaan 1 januari merupakan Perayaan yang terkait dengan ritual keagamaan dan budaya dari kufar, dan adanya larangan untuk menyerupai sebuah kaum.
maka sebaiknya kita tidak perlu ikut ikutan merayakannya apalagi meniru budaya dari kaum kufar.

semoga kita semua senantiasa ingat Firman Allah ini :

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُو۟لَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًۭا

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya
Hadîts yang melarang menyepakati perayaan kaum kuffâr banyak sekali. Diantaranya adalah :

عن أنس بن مالك – رضي الله عنه – قال: قدم رسول الله – صلى الله عليه وسلم – المدينة، ولهم يومان يلعبون فيهما، فقال: ما هذان اليومان، قالوا: كنا نلعب فيهما في الجاهلية. فقال رسول الله – صلى الله عليه وسلم –: (إن الله قد أبدلكم بهما خيراً منهما، يوم الأضحى، ويوم الفطر)

Dari Anas bin Mâlik radhiyallâhu ’anhu beliau berkata : Rasūlullâh Shallâllâhu ’alahi wa Sallam tiba di Madînah dan mereka memiliki dua hari yang mereka bermain-main di dalamnya. Lantas beliau bertanya, ”dua hari apa ini?”. Mereka menjawab, ”Hari dahulu kami bermain-main di masa jahiliyah.” Rasūlullâh Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam mengatakan : ”Sesungguhnya Allôh telah menggantikan kedua hari itu dengan dua hari yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari idul adhhâ dan idul fithri.” [Shahîh riwayat Imâm Ahmad, Abū Dâwud, an-Nasâ`î dan al-Hâkim.]

Syaikhul Islâm Ibnu Taimiyah rahimahullâhu berkata :
فوجه الدلالة أن اليومين الجاهليين لم يقرهما رسول الله – صلى الله عليه وسلم – ولا تركهم يلعبون فيهما على العادة، بل قال إن الله قد أبدلكم بهما يومين آخرين، والإبدال من الشيء يقتضي ترك المبدل منه، إذ لا يجمع بين البدل والمبدل منه.
”Sisi pendalilan hadîts di atas adalah, bahwa dua hari raya jahiliyah tersebut tidak disetujui oleh Rasūlullâh Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam dan Rasūlullâh tidak meninggalkan (memperbolehkan) mereka bermain-main di dalamnya sebagaimana biasanya. Namun beliau menyatakan bahwa sesungguhnya Allôh telah mengganti kedua hari itu dengan dua hari raya lainnya. Penggantian suatu hal mengharuskan untuk meninggalkan sesuatu yang diganti, karena suatu yang mengganti dan yang diganti tidak akan bisa bersatu.”

Adapun âtsar sahabat dan ulama salaf dalam masalah ini, sangatlah banyak. Diantaranya adalah ucapan ’Umar radhiyallâhu ’anhu, beliau berkata :

اجتنبوا أعداء الله في عيدهم
”Jauhilah hari-hari perayaan musuh-musuh Allôh.” [Sunan al-Baihaqî IX/234].

’Abdullâh bin ’Amr radhiyallâhu ’anhumâ berkata :

من بنى ببلاد الأعاجم وصنع نيروزهم ومهرجانهم ، وتشبه بهم حتى يموت وهو كذلك حُشِر معهم يوم القيامة
”Barangsiapa yang membangun negeri orang-orang kâfir, meramaikan peringatan hari rayanairuz (tahun baru) dan karnaval mereka serta menyerupai mereka sampai meninggal dunia dalam keadaan demikian. Ia akan dibangkitkan bersama mereka di hari kiamat.” [Sunan al-Baihaqî IX/234].

Imâm Muhammad bin Sîrîn berkata :
: أُتي على -رضي الله عنه- بهدية النيروز. فقال : ما هذا ؟ قالوا : يا أمير المؤمنين هذا يوم النيروز . قال : فاصنعوا كل يوم فيروزاً . قال أسامة : كره أن يقول : نيروز

’’Alî radhiyallâhu ’anhu diberi hadiah peringatan Nairuz (Tahun Baru), lantas beliau berkata : ”apa ini?”. Mereka menjawab, ”wahai Amîrul Mu’minîn, sekarang adalah hari raya Nairuz.” ’Alî menjawab, ”Jadikanlah setiap hari kalian Fairuz.” Usâmah berkata : Beliau (’Alî mengatakan Fairuz karena) membenci mengatakan ”Nairuz”. [Sunan al-Baihaqî IX/234].

Imâm Baihaqî memberikan komentar :

وفي هذا الكراهة لتخصيص يوم بذلك لم يجعله الشرع مخصوصاً به

”Ucapan (’Alî) ini menunjukkan bahwa beliau membenci mengkhususkan hari itu sebagai hari raya karena tidak ada syariat yang mengkhususkannya.”
Apabila demikian ini sikap manusia-manusia terbaik, lantas mengapa kita lebih menerima pendapat dan ucapan orang-orang yang jâhil dan mengikuti budaya kaum kuffâr daripada ucapan para sahabat yang mulia ini.

Hari Raya Kita Adalah Idul Fithri dan Idul Adhhâ serta Jum’at

Di dalam hadîts yang diriwayatkan oleh Ummul Mu’minîn, ’Â`isyah ash-Shiddîqah binti ash-Shiddîq radhiyallâhu ’anhumâ, beliau menceritakan bahwa ayahanda beliau, Abū Bakrradhiyallâhu ’anhu mengunjungi Rasūlullâh. Kemudian Abū Bakr mendengar dua gadis jâriyahmenyanyi dan mengingkarinya. Mendengar hal ini,

Rasūlullâh Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam bersabda :
يا أبا بكر ! إن لكل قوم عيداً وإن عيدنا هذا اليوم
”Wahai Abū Bakr, sesungguhnya setiap kaum itu mempunyai hari raya dan hari raya kita adalah pada hari ini.” [HR Bukhârî].

Dari hadîts di atas, ada dua hal yang bisa kita petik :
Pertama, sabda Rasūlullâh Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam : ”Sesungguhnya setiap kaum itu mempunyai hari raya” menunjukkan bahwa setiap kaum itu memiliki hari raya sendiri-sendiri.

Hal ini sebagaimana firman Allôh Ta’âlâ :
لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجاً
”Untuk tiap-tiap (ummat) diantara kalian ada aturan dan jalannya yang terang (tersendiri).” [QS al-Mâ`idah : 48].

Ayat di atas menunjukkan bahwa Allôh memberikan aturan dan jalan sendiri-sendiri secara khusus. Kata Lâm (لِ) pada kata Likullin (لِكُلٍّ) menunjukkan makna ikhtishâsh (pengkhususan). Apabila orang Yahūdi memiliki hari raya dan orang Nashrâni juga memiliki hari raya, maka hari-hari raya itu adalah khusus bagi mereka dan tidak boleh bagi kita, kaum muslimin, ikut turut serta dalam perayaan mereka, sebagaimana kita tidak boleh ikut dalam aturan dan jalan mereka.

Kedua, sabda Rasūlullâh Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam : وإن عيدنا هذا اليوم (Dan hari raya kita adalah pada hari ini”), dalam bentuk ma’rifah (definitif) dengan lâm dan idhâfah menunjukkan hasyr(pembatasan), yaitu bahwa jenis hari raya kita dibatasi hanya pada hari itu. Dan hari tersebut di sini masuk pada cakupan hari raya ’îdul Fithri dan ’îdul Adhhâ, seperti dalam perkataan para ulama fikih :
لا يجوز صوم يوم العيد
”Tidak boleh berpuasa pada hari raya”.

Maka maksudnya tentu saja, tidak boleh berpuasa pada dua hari raya ’Idul Fithri dan ’Idul Adhhâ.

Dalîl lainnya adalah hadîts Anas bin Mâlik :
عن أنس بن مالك – رضي الله عنه – قال: قدم رسول الله – صلى الله عليه وسلم – المدينة، ولهم يومان يلعبون فيهما، فقال: ما هذان اليومان، قالوا: كنا نلعب فيهما في الجاهلية. فقال رسول الله – صلى الله عليه وسلم –: (إن الله قد أبدلكم بهما خيراً منهما، يوم الأضحى، ويوم الفطر)

Dari Anas bin Mâlik radhiyallâhu ’anhu beliau berkata : Rasūlullâh Shallâllâhu ’alahi wa Sallam tiba di Madînah dan mereka memiliki dua hari yang mereka bermain-main di dalamnya. Lantas beliau bertanya, ”dua hari apa ini?”. Mereka menjawab, ”Hari dahulu kami bermain-main di masa jahiliyah.” Rasūlullâh Shallâllâhu ’alaihi wa Sallam mengatakan : ”Sesungguhnya Allôh telah menggantikan kedua hari itu dengan dua hari yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari idul adhhâ dan idul fithri.” [Shahîh riwayat Imâm Ahmad, Abū Dâwud, an-Nasâ`î dan al-Hâkim.]

Adapun Jum’at, maka termasuk hari raya kaum muslimin yang berulang-ulang dalam tiap pekannya. Sehingga dengannya telah cukup bagi kita dan tidak mencari hari-hari perayaan lainnya.

Dalîl hal ini adalah, sabda Nabî yang mulia Shallâllâhu ’alahi wa Sallam :

أضل الله عن الجمعة من كان قبلنا ، فكان لليهود يوم السبت، وكان للنصارى يوم الأحد فجاء الله بنا، فهدانا الله ليوم الجمعة، فجعل الجمعة والسبت والأحد ، وكذلك هم تبع لنا يوم القيامة، نحن الآخرون من أهل الدنيا ، والأولون يوم القيامة، المقتضي لهم

”Alloh simpangkan dari hari Jum’at umat sebelum kita, dahulu Yahudi memiliki (hari agung) pada hari Sabtu dan Nashrani pada hari Ahad. Kemudian Allôh datangkan kita dan Alloh anugerahi kita dengan hari Jum’at, lantas Alloh jadikan hari Jum’at, Sabtu dan Ahad. Demikianlah, mereka adalah kaum yang akan mengekor kepada kita pada hari kiamat sedangkan kita adalah umat yang terakhir dari para penduduk dunia namun umat yang awal pada hari kiamat, yang diadili (pertama kali) sebelum makhluk-makhluk lainnya. [HR Muslim]

Dari Ibnu ’Abbas radhiyallahu ’anhuma berkata, Rasulullah Shallallahu ’alaihi wa Salam bersabda :

إن هذا يوم عيد جعله الله للمسلمين فمن جاء الجمعة فليغتسل…
”Sesungguhnya hari ini adalah hari ’Ied yang Alloh jadikan bagi kaum Muslimin, barangsiapa yang mendapati hari Jum’at hendaknya ia mandi…” [HR Ibnu Majah dalam Shahih at-Targhib I/298].

Semoga setelah membaca tulisan ini, kita bisa menentukan sikap dalam menyikapi perayaan 1 januari sebagai tahun baru. Dan sikap kita bukan atas dasar sekedar ikut-ikutan, tetapi pilihan kita adalah yang berdasarkan pengetahuan. karena kita sadar betul bahwa semuanya akan dimintai pertanggungan jawab di Yaumil Hisab kelak.
Wallohua'lam bisshowab.

Diolah dari berbagai Sumber.

Hamba Allah yang Kudamba

Kutulis ini hanya untuk sebatas mengenang bahwa akhirnya aku jatuh lagi setelah sekian lama aku bangkit dan kokoh berdiri.
Kutulis ini sungguh sebetulnya harapku padamu terlampau tinggi, wahai hamba Allah.
Kutulis ini pukul sekian di akhir tahun ini, aku hendak terlelap namun kutanggalkan sejenak kantukku.
Wahai lelaki yang kukagumi, kau pernah menuliskan hendak menjalin keseriusan pada diriku. Mengapa lagi lagi kau buat aku ragu?
Bukankah beberapa kali sempat kukatakan aku menyanggupi kehendakmu dan saat ini aku merindu.
Ayolah, jangan kau buatku merasa jatuh sejatuh-jatuhnya lagi.

Kau tahu, aku pernah menghapus pertemanan antara aku dan dirimu sebab ku tak menyukaimu kala itu.
Akupun pernah memasukkan kontakmu dalam daftar-hitamku sebab kau menyakiti hatiku.
Tak hanya satu akun jaringan sosialku, namun mengapa lagi lagi kita bertemu?

Malam ini banyak orang bereuforia merayakan tahun baru. Aku tahu, kaupun begitu, bersama teman-temanmu.
Entah sebab apa tetiba pikiranku memikirkan sosokmu.
Bahkan sesekali aku khawatir Tuhanku akan murka padaku sebab itu.
Hey! Masih ingat katamu yang hendak meminangku? Jaga dirimu baik-baik, aku takkan menuntutmu hal lainnya.
Aku beruntung mengenalmu, kelembutanmu, kesabaranmu, kecerdasanmu, yang paling utama adalah tingkat keshalihanmu.
Kau sangat mencintai-Nya, apalagi alasanku untuk meragukanmu?

Sebetulnya aku mulai bosan menulis di laman Blog ini, lagi lagi berisi rintihan hati.
Ah kapan kau mampu mengucap janji suci di hadapan Illahi?
Aku ingin tak lagi menulis tentangmu, aku ingin menghabiskan malam dalam pelukanmu sambil bercerita betapa sayangnya diri ini pada sosokmu, ciptaan Tuhan.
Aku kehabisan kosakata untuk menjelaskan betapa indahmu pada pembaca-pembaca Blog ini.
Akankah mereka memarahiku sebab aku tak mendeskripsikan dirimu lebih jauh? Ku tak peduli.
Eh, satu lagi.. Segera selesaikan urusanmu di negri tetangga, agar bisa segera menghalalkanku. Duhai hamba Allah, betapa percayadiri aku ini.
Jangan kau buat aku terjatuh lagi, ya?