Ketika pertama ku jumpa denganmu
bukankah pernah ku tanyakan padamu kasih
takkan kecewakah kau pada diriku
takkan menyesalkah kau hidup denganku nanti
Memang kau bukan yang pertama bagiku
pernah satu hati mengisi hidupku dulu
dan kini semua kau katakan padaku huuu
jangan ada dusta di antara kita kasih
Semua terserah padamu aku begini adanya
ku hormati keputusanmu apapun yang akan kau katakan (kau katakan)
sebelum terlanjur kita jauh melangkah, kau katakan saja
Dan katakan padaku
jangan ada dusta di antara kita
Memang kau bukan yang pertama bagiku
pernah satu hati mengisi hidupku dulu
dan kini semua kau katakan padaku huuu
jangan ada dusta di antara kita kasih
Semua terserah padamu aku begini adanya
ku hormati keputusanmu apapun yang akan kau katakan (kau katakan)
sebelum terlanjur (sebelum terlanjur) kita jauh melangkah
kau katakan saja huuu uuuu
Translate
Sabtu, 14 Juli 2018
Kamis, 12 Juli 2018
Makna + Lirik Lagu Green Day - Wake Me Up When September Ends
Bulan juli, penuh emosi.
pagi ini kembali CHO meraung-raung dalam hati. Dan jemari tangan menangkap mouse samping layar 12 inch yang dari tadi subuh menyala. Happp! Tangkap mouse. Mengarahkan kursor ke list lagu galau. Hahaha
CHO putar satu lagu, Green Day - Wake Me Up When (July) September Ends.
Suara Billie menyampaikan lirik demi lirik dengan hati, lirih, sampai ke dalam. Menjalar.. menetap dalam dada.
CHO penasaran sebetulnya apa yang ada di dalam lagu itu, makna apa yang ingin Billie sampaikan.
CHO ingin tahu mengapa lagu ini berhasil membuat banyak orang bersedih ketika mendengarkan alunan nada dan meresapi liriknya.
Cek official video clipnya dulu biar tau. Hahaha
Oke. Well.. let me tell you. This!
Selamat membaca. Jangan mewek hahahaha
Green Day adalah sebuah band legenda yang beraliran punk rock asal Amerika yang dibentuk pada tahun 1987 di Berkeley, California. Band ini terdiri dari Billie Joe Armstrong, Mike Dirnt, dan Tre Cool. Green Day sangat diakui karena keberhasilan mereka dalam membuat genre punk rock kembali terkenal.
Wake Me Up When September Ends - Lagu ini mencapai peringkat 6 di Amerika. dan nomor 8 di Inggris. Lagu pelan dan sedih yang tak perlu diragukan lagi. Siapa saja yang pernah kehilangan seseorang di bulan September memiliki pikiran yang kuat mengenai lagu ini. Beberapa orang sangat menyukai lagu ini, sedangkan yang lain menghindarinya karena lagu ini membawa kembali kenangan yang menyedihkan. Lagu ini dinyanyikan Billie dengan emosi yang membuat perasaannya menggema lebih lagi. Tak hayal lagu tersebut jarang masuk tracklist saat Green Day konser karena membuat billie joe sang vokalis serta pencipta lagu tersebut sedih.
lagu ini juga banyak disalahartikan. Banyak yang mengartikan lagu ini bercerita tentang serangan teroris 11 September 2001 yang membunuh 3000 orang. Lagu ini tentu saja cocok dan anggota band Green Day mengakui persamaannya. Bagaimanapun lagu ini sebenarnya menceritakan kejadian yang terjadi 19 tahun sebelum 11 September 2001.
Nih arti yang sebenarnya : (dalemmm banget)
Lagu ini menceritakan mengenai ayah billie Joe Armstrong yang meninggal karena kanker 1 September 1982. Billie waktu itu berumur 10 tahun. Pemakaman ayahnya terlalu menyakitkan bagi dia dan ia hancur dalam tangisan. Ia meninggalkan pemakaman lebih dulu, berlari ke rumah dan mengunci dirinya di kamarnya. Ketika sang ibu mengetuk pintu kamar billie Ia berteriak "Wake me up when September ends." Kata-kata itu terus teringat dalam kepalanya dan akhirnya billie mencurahkan perasaannya lewat musik 20 tahun setelahnya di tahun 2003. Itulah mengapa billie memasukkan baris "Like my father's come to pass, 20 years has gone so fast". Di awal lagu billie menyebutkan 7 tahun, dia berbicara mengenai 7 tahun antara kematian ayahnya dan pembentukan Green Day. Isi lain lagunya adalah ekspresi rasa sakit Billie saat kehilangan ayahnya.
Lagu ini bisa kalian download di Google (tapi lebih baik beli CD Originalnya yaa)
Download Lagu WAKE ME UP WHEN SEPTEMBER ENDS
Berikut lirik lagu "Wake Me Up When September Ends"
Summer has come and passed
The innocent can never last
Wake me up when September ends
Like my father's come to pass
Seven years has gone so fast
Wake me up when September ends
Here comes the rain again
Falling from the stars
Drenched in my pain again
Becoming who we are
As my memory rests
But never forgets what I lost
Wake me up when September ends
Summer has come and passed
The innocent can never last
Wake me up when September ends
Ring out the bells again
Like we did when spring began
Wake me up when September ends
Here comes the rain again
Falling from the stars
Drenched in my pain again
Becoming who we are
As my memory rests
But never forgets what I lost
Wake me up when September ends
Summer has come and passed
The innocent can never last
Wake me up when September ends
Like my father's come to pass
Twenty years has gone so fast
Wake me up when September ends
Wake me up when September ends
Wake me up when September ends
Banyak yang menganggap guyonan soal lagu ini. Tersebar meme meme yang mengejek Billie.
Jadi.. bagi kalian yang sering atau pernah membuyat guyonan terhadap lagu ini, CHO harap tidak melakukannya lagi karena lagu ini sangat suci, emosional untuk Green Day rasanya lagu ini tidak pantas untuk menjadi sebuah guyonan.
Silahkan coret-coret kolom komentar dan bagikan.
SEKIAN, terima kasih~
Sumber : internet, blog orang.
Rabu, 11 Juli 2018
Lirik lagu Lunatic - Weird Genius
Heard all the rumors
You found another one it's
Easy to leave me
When I love you the most
Baby I... was a fool to love you
More than I...
Ever love myself but
Now I'm ready to, fall in love again without you
Baby I'm ready to, fall in love again without you
[x2]
I had sleepless night,
Thought of a broken hearts and all of the endless fight
I bite my pillow,
My tears drops I'm drowning why the hell it's coming
Baby I... was a fool to love you
More than I...
Ever love myself but
Now I'm ready to, fall in love again without you
Baby I'm ready to, fall in love again without you
[x2]
You found another one it's
Easy to leave me
When I love you the most
Baby I... was a fool to love you
More than I...
Ever love myself but
Now I'm ready to, fall in love again without you
Baby I'm ready to, fall in love again without you
[x2]
I had sleepless night,
Thought of a broken hearts and all of the endless fight
I bite my pillow,
My tears drops I'm drowning why the hell it's coming
Baby I... was a fool to love you
More than I...
Ever love myself but
Now I'm ready to, fall in love again without you
Baby I'm ready to, fall in love again without you
[x2]
Laki-Laki
Ingatlah, seorang anak bernasab kepada Ayahnya, bukan ibu. Nasab yang merujuk kepada anak menunjukkan kepada siapa Allah meminta pertanggungjawaban kelak. Maka, menjadi seorang ayah bukan melulu soal nafkah, tapi juga Tauladan yang indah.
Seorang ayah bertanggungjawab penuh atas keluarganya. Selain menjadi sosok ayah, ia juga menjadi sosok suami. Bayangkan, betapa berat tanggungjawab yang berada di pundaknya. Bukan melulu soal tanggungjawab di dunia, melainkan juga tanggungjawabnya di akhirat nanti.
Pesan saya pada kalian laki-laki, jadilah laki-laki yang bisa bertanggungjawab, dapat dipercaya, dan dapat diandalkan. Carilah perempuan yang ia bisa engkau arahkan dan bina. Karena, kelak.. kaulah yang akan mengemban seluruh tanggungjawab dunia dan akhirat. Kaulah pengemban tanggungjawab keluargamu di mata Allah.
Pesan saya pada kalian perempuan, jadilah perempuan yang tangguh, yang patuh, dan carilah laki-laki yang kusebutkan di atas. Karena, surgamu nanti akan dipertanyakan jika kau salah dalam memilih seseorang. Pilih ia yang bertanggungjawab atas dirinya, dan atas orang di sekitarnya. Karena nantinya.. ialah yang menjadi panutanmu dan anak-anakmu.
Kutulis catatan kecil ini dengan hatiku, sungguh. Semoga engkau mau membacanya dan bersegera menjadi pribadi yang lebih baik dari ini. Siapapun engkau, mari kita berubah!
Sungguh!
Senin, 09 Juli 2018
Bertudung Rindu
Aku berhamba pada rasa,
Aku adalah hamba dari sebuah rasa,
Rasa yang sengaja tercipta,
Tercipta sebagai alasan mengapa dua orang bersama.
Dan masih bersama. Terus bersama.
Alasan klasik yang asik mengusik,
"Hey, I love you"
Kurasa pagi ini dingin sekali,
Aku menggigil,
Menjalar hingga sumsum.
Hangat yang kurasa,
Di dalam relung dada ini,
Jauh yang ada disana,
Aku menunggunya.
Penantian (bukan) hanyalah sebuah penantian,
Penantian itu berharap temu,
Ia berharap keadaan berpihak padanya,
Tidak menggagalkan (lagi),
Ia menginginkan temu,
Penantian itu masih dan masih.
"Hey, tetaplah tinggal!"
Aku duduk, bersandar,
Sandaranku masihlah sama,
Tembok yang lagi lagi kubercerita tentang kamu.
Smoga tembok ruangan 3x3 ini tak pernah bosan mendengar
Namamu.. namamu.. namamu..
Aku rindu, sekali lagi aku rindu.
Bertahanlah. Keadaan ini akan segera terbayarkan.
Angin menghujatku :
"Kau selalu bertudung rindu!"
Ya! Benar saja, kekasihku sedang disita oleh sang waktu.
Kuharus bagaimana lagi selain bernyanyian rindu?
Angin menertawakanku, seakan ia berkata :
"Aku pun pernah menjadi kamu, tunggulah ia!"
Tanpa angin pinta jua, aku telah menunggu.
Beberapa kata lirih kugemakan dalam ruangan ini,
Menggema, menjalar hingga palung hati.
"Kubunuh diriku setiap kali kau menghilang"
"Mengapa ini terasa sedikit lebih lama?"
"Aku adalah penyabar yang pernah ada"
"Kamu dimana? Sedang apa? Aku rindu"
"Baik-baik disana"
Tubuhku kian menggigil,
Sesekali kugosok kedua telapak tangan,
Teriakan dalam kepala meracuni :
"Tinggalkan!"
Sesuatu dalam dada mencabik-cabikku :
"Aku mencintainya, kami akan bersama".
Selalu seperti itu.
Pagi ini, aku bahagia
Mendengar suaramu walau hanya lewat media.
Betapa bersyukurnya aku, aku masih bersamamu.
Betapa bersyukurnya aku, kau masih mencintaiku. Selalu. Kan?
Dari aku, perempuan bertudung rindu yang selalu mencintaimu.
Aku adalah hamba dari sebuah rasa,
Rasa yang sengaja tercipta,
Tercipta sebagai alasan mengapa dua orang bersama.
Dan masih bersama. Terus bersama.
Alasan klasik yang asik mengusik,
"Hey, I love you"
Kurasa pagi ini dingin sekali,
Aku menggigil,
Menjalar hingga sumsum.
Hangat yang kurasa,
Di dalam relung dada ini,
Jauh yang ada disana,
Aku menunggunya.
Penantian (bukan) hanyalah sebuah penantian,
Penantian itu berharap temu,
Ia berharap keadaan berpihak padanya,
Tidak menggagalkan (lagi),
Ia menginginkan temu,
Penantian itu masih dan masih.
"Hey, tetaplah tinggal!"
Aku duduk, bersandar,
Sandaranku masihlah sama,
Tembok yang lagi lagi kubercerita tentang kamu.
Smoga tembok ruangan 3x3 ini tak pernah bosan mendengar
Namamu.. namamu.. namamu..
Aku rindu, sekali lagi aku rindu.
Bertahanlah. Keadaan ini akan segera terbayarkan.
Angin menghujatku :
"Kau selalu bertudung rindu!"
Ya! Benar saja, kekasihku sedang disita oleh sang waktu.
Kuharus bagaimana lagi selain bernyanyian rindu?
Angin menertawakanku, seakan ia berkata :
"Aku pun pernah menjadi kamu, tunggulah ia!"
Tanpa angin pinta jua, aku telah menunggu.
Beberapa kata lirih kugemakan dalam ruangan ini,
Menggema, menjalar hingga palung hati.
"Kubunuh diriku setiap kali kau menghilang"
"Mengapa ini terasa sedikit lebih lama?"
"Aku adalah penyabar yang pernah ada"
"Kamu dimana? Sedang apa? Aku rindu"
"Baik-baik disana"
Tubuhku kian menggigil,
Sesekali kugosok kedua telapak tangan,
Teriakan dalam kepala meracuni :
"Tinggalkan!"
Sesuatu dalam dada mencabik-cabikku :
"Aku mencintainya, kami akan bersama".
Selalu seperti itu.
Pagi ini, aku bahagia
Mendengar suaramu walau hanya lewat media.
Betapa bersyukurnya aku, aku masih bersamamu.
Betapa bersyukurnya aku, kau masih mencintaiku. Selalu. Kan?
Dari aku, perempuan bertudung rindu yang selalu mencintaimu.
Jumat, 06 Juli 2018
Lirik Lagu Fourtwnty - Zona Nyaman
Pagi ke pagi
ku terjebak di dalam ambisi
seperti orang - orang berdasi
yang gila materi rasa bosan
membukakan jalan mencari peran
keluarlah dari zona nyaman
sembilu yang dulu
biarlah berlalu
bekerja bersama hati
kita ini insan
bukan seekor sapi
sembilu yang dulu
biarlah membiru
berkarya bersama hati
waktu ke waktu
perlahan kurakit egoku
merangkul orang - orang
yang mulai sejiwa denganku
ke - BM - an
membuka jalan
mencari teman
bergeraklah dari zona nyaman
sembilu yang dulu
biarlah berlalu
bekerja bersama hati
kita ini insan
bukan seekor sapi
sembilu yang dulu
biarlah membiru
berkarya bersama hati
diam dan mati milik dia
yang tak bisa berdiri
berdiri
diam dan mati milik dia
yang tak bisa berdiri
berdiri dikakinya sendiri
sembilu yang dulu
biarlah berlalu
bekerja bersama hati
kita ini insan
bukan seekor sapi
sembilu yang dulu
biarlah membiru
berkarya bersama hati
kita ini insan
bukan seekor sapi
tanamkan pesanku
agar tak keliru
bekerja bersama hati
Rabu, 02 Mei 2018
Orang Sakit Hingga Gila
Ada orang sakit karena terluka,
Ada orang sakit karena kecewa,
Ada orang sakit karena menjadi sampah,
Ada orang sakit karena telah menemukannya.
Aku apa? Keempatnya, seluruhnya.
Malam merindukan pagi, rindu.
Badai merindukan terang, rindu.
Awan merindukan mendung, rindu.
Rindu merindukan temu, rindu.
Aku merindukan kamu, rindu.
Tuhan, aku malu menyebut namanya.
Aku malu menyebut aku mencintainya.
Aku malu menemukannya hanya di media.
Aku malu karena aku rindu tak sepantasnya.
Tuhan, aku malu. Maafkanlah.
Izinkan aku menyebut namamu dari Matahari ke Merkurius, Venus,
Lalu ke Bumi, Mars, Ceres, Yupiter, Saturnus, Uranus.
Berlanjut ke Neptunus, Pluto, Haumea, Makemake dan Eris.
Seperti kata Nebula Kant, Tata Surya hanyalah kabut raksasa.
Sebesar itu rinduku tak ada habis-habisnya.
Orang sakit itu mulai menggila.
Ia sudah tak mengenal batasnya.
Batasnya hanya jika Tuhan mengizinkanmu meninggalkannya.
Orang sakit itu mulai menggila.
Sejak jantungnya kembali berdegup dan mengenal cinta.
Kupersembahkan untukmu,
Dariku.. orang sakit hingga gila.
Jaga dirimu baik-baik disana.
Aku tak pandai bercerita,
Namun namamu sudah kupastikan sampai ke telinga bunda di rumah.
Ada orang sakit karena kecewa,
Ada orang sakit karena menjadi sampah,
Ada orang sakit karena telah menemukannya.
Aku apa? Keempatnya, seluruhnya.
Malam merindukan pagi, rindu.
Badai merindukan terang, rindu.
Awan merindukan mendung, rindu.
Rindu merindukan temu, rindu.
Aku merindukan kamu, rindu.
Tuhan, aku malu menyebut namanya.
Aku malu menyebut aku mencintainya.
Aku malu menemukannya hanya di media.
Aku malu karena aku rindu tak sepantasnya.
Tuhan, aku malu. Maafkanlah.
Izinkan aku menyebut namamu dari Matahari ke Merkurius, Venus,
Lalu ke Bumi, Mars, Ceres, Yupiter, Saturnus, Uranus.
Berlanjut ke Neptunus, Pluto, Haumea, Makemake dan Eris.
Seperti kata Nebula Kant, Tata Surya hanyalah kabut raksasa.
Sebesar itu rinduku tak ada habis-habisnya.
Orang sakit itu mulai menggila.
Ia sudah tak mengenal batasnya.
Batasnya hanya jika Tuhan mengizinkanmu meninggalkannya.
Orang sakit itu mulai menggila.
Sejak jantungnya kembali berdegup dan mengenal cinta.
Kupersembahkan untukmu,
Dariku.. orang sakit hingga gila.
Jaga dirimu baik-baik disana.
Aku tak pandai bercerita,
Namun namamu sudah kupastikan sampai ke telinga bunda di rumah.
Langganan:
Postingan (Atom)




